Skip to main content
Kakaktua putih/burung pengoceh hewan endemik Indonesia

Hewan ini tersebar di pulau Maluku utara. Berbama latin Cacatua alba berukuran sedang dan panjang 46 cm, dari genus cacatua. Burung ini berwarna putih dan memiliki jambul yang digunakan untuk berinteraksi antara sesama jenisnya.

Hasil kajian tahun 2008/2009 menunjukan populasi terbanyak burung ini berada di bagian barat Pulau Halmahera. Meskipun demikian, burung ini mengalami penurunan populasi setelah dibandingkan oleh data hasil survey tahun 1999.

Berdasarkan hilangnya habitat mereka dan pemburuan liar yang sangat marak terjadi. Dan sekarang burung ini ditetapkan sebagai satwa yang dilindungi.

Fakta fakta burung kakatua

Burung ini tergolong hewan yang gampang gemuk. Jadi untuk para pemilik burung harus memperhatikan makanan mereka. Mempunyai paruh yang sangat kuat terletak dibagian bawah paruh berbentuk U menambahkan kekuatan saat mengoyak biji bijian.

Burung ini merupakan burung yang sangat cerdas dan berisik sesuai dengan namanya burung pengoceh. Tetapi jika burung ini dilatih mereka akan pandai dalam melakukan apa saja seperti bernyanyi membuka sangkarnya dan memanggil nama pemiliknya.

Tergolong hewan yang aktif, manja, dan gampang stres jika pemilik jarang bermain dengan burung ini mereka akan stres karena mereka tergolong hewan yang aktif.

Hewan ini merupakan hewan yang angkuh dan tidak familiar oleh anak anak. Mereka tidak akan berinteraksi oleh orang yang tidak dikenal dan anak anak yg mengeluarkan suara gaduh. Tetapi jika kalian sudah sangat dekat dengan burung ini mereka akan sangat manja terhadap kalian.

Nah dibawah ini merupakan video mengenai burung kakak tua. Selamat menonton....


Bagaimana setelah kalian menonton video ini apakah kalian menyukai burung ini???

Dari saya cukup untuk informasi burung tersebut dan sampai jumpa lain kali.... Bye.....


Comments

Popular posts from this blog

Rafflesia Arnoldi

RAFFLESIA ARNOLDI Bunga Rafflesia adalah genus tumbuhan bunga parasit. Ia ditemukan di hutan hujan Indonesia oleh seorang pemandu dari Indonesia yang bekerja untuk Dr. Joseph Arnold tahun 1818, dan dinamai berdasarkan nama Thomas Stamford Raffles, pemimpin ekspedisi itu. Ia terdiri atas kira-kira 27 spesies (termasuk empat yang belum sepenuhnya diketahui cirinya seperti yang dikenali oleh Meijer 1997), semua spesiesnya ditemukan di Asia Tenggara, di semenanjung Malaya, Kalimantan, Sumatra, dan Filipina. Tumbuhan ini tidak memiliki batang, daun ataupun akar.  Diameter bunganya mungkin lebih dari 100 cm, dan beratnya hingga 10 kg. Bahkan spesies terkecil, Rafflesia manillana, bunganya berdiameter 20 cm. Bunganya tampak dan berbau seperti daging yang membusuk. Masa pertumbuhan Rafflesia Arnoldi terhitung lama, dapat memakan waktu hingga sembilan bulan, dan jika bunganya sedang mekar, hanya akan berlangsung selama seminggu. Ø   Cara Berkembang Biak Bunga ...
Sejarah Dan Fakta-Fakta Komodo Berikut adalah penjelasan mengenai sejarah dan fakta mengenai hewan komodo yang saya ketahui semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda terimakasih. Sejarah penemuan komodo Pertama kali ditemukan oleh orang belanda yang bernama J.K.H Van Steyn sekitar tahun 1911 di pulau komodo flores. Dengan nama ilmiah Varanus Komodoensis merupakan jenis kadal terbesar di dunia. Dengan panjang rata rata 2-3 meter dan berbobot hingga 100 kg. Biasa di sebut Orah oleh penduduk lokal. Klasifikasi Hewan Komodo Komodo termasuk kedalam jenis hewan karnivora. Hewan ini berusia panjang, dapat hidup sampai usia 40-50 tahun. Untuk membedakan antara komodo tua dan yang muda bisa dilihat dari bintik kuning di daerah kelopak matanya. Semakin banyak bintik kuning maka dia adalah komodo tua.  Komodo dapat berlari sampai kecepatan 18-20 kilometer per jam. Itu merupakan salah satu keunggulan mereka untuk mencari mangsa. Selain berlari cepat, komodo juga memiliki ba...