Skip to main content
KUCING BERBULU INDAH YANG HAMPIR PUNAH

KUCING EMAS

Kucing nama ilmiah Felis silvestris catus atau Felis catus adalah sejenis mamalia karnivora dari keluarga Felidae.  Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia.  Kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, dan sphinx. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia, sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung

KUCING EMAS TEMMINCK
Kucing Emas biasa di sebut Golden cat atau Fire cat, hewan ini termasuk salah satu hewan yg ikut dikampanyekan untuk dicegah kepunahannya. Kucing emas (Catopuma temminicki) merupakan salah satu dari tujuh jenis kucing yang hidup di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Ciri utama dari Kucing Emas adalah hampir seluruh tubuhnya berwarna cokelat ke emas-emasan (sesuai namanya) tetapi ada juga yg berwarna abu-abu atau coklat tua. Lebih besar dari sepupunya dari Afrika, kucing emas Temminck Asia berukuran sebesar anjing. Ada lagi yang disebut Fishing Cat yang ditemukan di beberapa bagian dunia lainnya, yang ukurannya juga agak serupa. Wozencraft, dalam penjelasannya yang kontroversial mengenai sistim klasifikasi mengenai binatang ini tahun 1993 menganggap kucing emas Temminck adalah jenis Catopuma, bersama dengan kucing teluk Borneo yang dikatakannya merupakan salah satu versi dari kucing Temminck (Wozencraft 1993) juga. Kucing emas Afrika terpisah dari dua spesies itu dan kini berdiri sendiri dengan jenis (genus) Profelis.

DESKRIPSI KUCING EMAS
Kucing emas merupakan jenis kucing liar berukuran medium yang memiliki panjang tubuh sekitar 66 hingga 105 cm, panjang ekor 40 hingga 57 cm, tinggi mencapai 56 cm, dan berat badannya sekitar 9 sampai 15 kg. Warna bulu kucing emas tentu saja cokelat keemasan. Namun ada juga yang berwarna abu-abu ataupun cokelat tua. Ciri-ciri lain dari kucing emas ini memiliki berat rata-rata untuk ukuran kucing dewasa jenis tersebut sekitar 8–12 kg dengan panjang dari kepalasampai ekor mencapai 1,2 meter.  Sebagaimana saudaranya kucing biasa, binatang ini kadang-kadang terlihat belang-belang tanpa menghilangkan warna spesifiknya. Binatang ini agak panjang dibanding dengan kucing biasa dan tidak pernah ditemui dengan warna hitamseluruhnya. Bagian belakang bundaran telinganya ada garis hitam pendek.  Garis putih yang dibatasi warna putih terdapat di pipinya, yang muncul dari sudut bagian dalam matanya.  Bagian perutnya selalu berwarna lebih terang dibanding bagian pinggulnya. 
**
Secara taksonomi
Spesies:P. aurata
Nama Local:Kucing Emas
Nama Latin:Profelis aurata
Habitat: Habitatnya adalah di hutan-hutan hujan tropis dengan ketinggian tidak lebih dari 2000 m diatas permukaan laut.
Manfaat/Keunikan:Kucing ini memiliki keunikan di bulu nya, yang memiliki warna coklat keemasan.

POPULASI KUCING EMAS
Kucing emas ini hidup tersebar dari daerah Tibet, Nepal, Cina, Burma, Thailand sampai Indocina, Malaysia, Sumatera, dan juga Afrika.

MASA HIDUP KUCING EMAS
Masa hidup kucing emas diperkirakan dapat mencapai 20 tahun, dengan masa matang seksual bagi jantan dan betina adalah mulai umur 2 tahun. Jumlah anak yang dilahirkan rata-rata 3 individu dan masa kehamilan adalah 80 hari.

MAKANAN KUCING EMAS
diketahui kucing emas telah memangsa kijang dan tikus. Catatan lain dari Vietnam utara menunjukkan bahwa kucing emas juga memangsa babi hutan, rusa sambar dan anak kerbau. Hal ini berarti bahwa mangsa kucing emas cukup besar dari hewan herbivora ukuran besar hingga hewan pengerat kecil seperti tikus.

Begitulah tentang kucing emas yang dapat saya sampaikan, dengan begini kurang lebihnya mohon dimaafkan.

Comments

Popular posts from this blog

Rafflesia Arnoldi

RAFFLESIA ARNOLDI Bunga Rafflesia adalah genus tumbuhan bunga parasit. Ia ditemukan di hutan hujan Indonesia oleh seorang pemandu dari Indonesia yang bekerja untuk Dr. Joseph Arnold tahun 1818, dan dinamai berdasarkan nama Thomas Stamford Raffles, pemimpin ekspedisi itu. Ia terdiri atas kira-kira 27 spesies (termasuk empat yang belum sepenuhnya diketahui cirinya seperti yang dikenali oleh Meijer 1997), semua spesiesnya ditemukan di Asia Tenggara, di semenanjung Malaya, Kalimantan, Sumatra, dan Filipina. Tumbuhan ini tidak memiliki batang, daun ataupun akar.  Diameter bunganya mungkin lebih dari 100 cm, dan beratnya hingga 10 kg. Bahkan spesies terkecil, Rafflesia manillana, bunganya berdiameter 20 cm. Bunganya tampak dan berbau seperti daging yang membusuk. Masa pertumbuhan Rafflesia Arnoldi terhitung lama, dapat memakan waktu hingga sembilan bulan, dan jika bunganya sedang mekar, hanya akan berlangsung selama seminggu. Ø   Cara Berkembang Biak Bunga ...
Kakaktua putih/burung pengoceh hewan endemik Indonesia Hewan ini tersebar di pulau Maluku utara. Berbama latin Cacatua alba berukuran sedang dan panjang 46 cm, dari genus cacatua. Burung ini berwarna putih dan memiliki jambul yang digunakan untuk berinteraksi antara sesama jenisnya. Hasil kajian tahun 2008/2009 menunjukan populasi terbanyak burung ini berada di bagian barat Pulau Halmahera. Meskipun demikian, burung ini mengalami penurunan populasi setelah dibandingkan oleh data hasil survey tahun 1999. Berdasarkan hilangnya habitat mereka dan pemburuan liar yang sangat marak terjadi. Dan sekarang burung ini ditetapkan sebagai satwa yang dilindungi. Fakta fakta burung kakatua Burung ini tergolong hewan yang gampang gemuk. Jadi untuk para pemilik burung harus memperhatikan makanan mereka. Mempunyai paruh yang sangat kuat terletak dibagian bawah paruh berbentuk U menambahkan kekuatan saat mengoyak biji bijian. Burung ini merupakan burung yang sangat cerdas dan berisik sesuai ...
Sejarah Dan Fakta-Fakta Komodo Berikut adalah penjelasan mengenai sejarah dan fakta mengenai hewan komodo yang saya ketahui semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda terimakasih. Sejarah penemuan komodo Pertama kali ditemukan oleh orang belanda yang bernama J.K.H Van Steyn sekitar tahun 1911 di pulau komodo flores. Dengan nama ilmiah Varanus Komodoensis merupakan jenis kadal terbesar di dunia. Dengan panjang rata rata 2-3 meter dan berbobot hingga 100 kg. Biasa di sebut Orah oleh penduduk lokal. Klasifikasi Hewan Komodo Komodo termasuk kedalam jenis hewan karnivora. Hewan ini berusia panjang, dapat hidup sampai usia 40-50 tahun. Untuk membedakan antara komodo tua dan yang muda bisa dilihat dari bintik kuning di daerah kelopak matanya. Semakin banyak bintik kuning maka dia adalah komodo tua.  Komodo dapat berlari sampai kecepatan 18-20 kilometer per jam. Itu merupakan salah satu keunggulan mereka untuk mencari mangsa. Selain berlari cepat, komodo juga memiliki ba...